Harga Beras Menurun, Pemkab Kulon Progo Konsisten Ikuti Rakor TPID

   Wates – Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kulon Progo Ir. Adnan Widodo, M.T.  bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 via zoom meeting di Command Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Kulon Progo Senin (22/04/2024).

  Rakor TPID dipimpin langsung oleh Muhammad Tito Karnavian dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri Jakarta dan diikuti oleh para narasumber antara lain Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edi Priono, Deputi Bidang Ketersediaan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa, Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Epi Sulandari, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan Bambang Wisnubroto serta dihadiri oleh para Gubernur, Bupati/Walikota se Indonesia secara online.

  Selain dihadiri oleh Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Kulon Progo hadir juga pimpinan atau perwakilan Perangkat Daerah seperti Kejaksaan Negeri Kulon Progo, Badan Pusat Statistik Kulon Progo, Kepolisian Resort Kulon Progo, Badan Keuangan dan Aset Daerah Kulon Progo, Inspektorat Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo, Dinas Perhubungan Kulon Progo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kulon Progo, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo dan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo.

  Tito menyampaikan bahwa angka inflasi Nasional pada Maret 2024 berada pada angka 3,05%,  dari Februari hingga Maret 2024 terjadi kenaikan sebesar 0,52%. Walaupun saat ini inflasi daerah masih terkendali, namun jangan sampai lengah dan terus untuk mengawasi dan mengontrol perkembangan harga di setiap komoditas pangan yang ada di daerah. Tito menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan strategi pengendalian inflasi yang efektif. Diharapkan kepada pemerintah daerah yang masuk daftar inflasi tinggi agar segera diatasi dan dicarikan solusinya. Mendagri juga mengingatkan bahwa inflasi perlu terus dipantau dan diwaspadai setiap bulannya. Hal ini untuk mengantisipasi potensi lonjakan inflasi yang dapat berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Berbagai isu penting juga dibahas, seperti terjadinya ketegangan konflik timur tengah yang dapat berdampak pada krisis global, pemantauan pada harga-harga kebutuhan pokok, peran sektor-sektor terkait dalam menjaga stabilitas pasokan barang dan jasa, serta upaya-upaya kolaboratif antar-daerah dalam meningkatkan produksi dan distribusi.

   Amalia Adininggar menyampaikan komoditas yang paling sering memberikan andil inflasi pada momen Idul Fitri adalah tarif angkutan udara, daging ayam ras dan daging sapi.  Berdasarkan pemantauan harga SP2KP pada Minggu ketiga April 2024 ini, beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat dan perlu diwaspadai karena terjadi penambahan jumlah Kabupaten/Kota adalah bawang merah, bawang putih, minyak goreng, daging ayam ras dan gula pasir. Harga beras berangsur turun sampai dengan Minggu Ketiga April 2024 seiring dengan masuknya periode panen raya sepanjang Maret-April 2024.

   Gusti Ketut Astawa menyampaikan sesuai pantauan perkembangan harga per 21 April 2024 secara umum di tingkat produsen mengalami trend penurunan khususnya GKP, namun yang mengalami kenaikan ada di bawang merah dan daging ayam ras. Sedangkan di perkembangan harga tingkat konsumen yang menjadi perhatian ada bawang merah, bawang putih, jagung, telur ayam ras dan gula konsumsi.

   Epi Sulandari menyampaikan posisi puncak produksi semester 1-2024 diprakirakan terjadi di bulan April-Juni. Produksi terus naik hingga menjelang pertengahan tahun. Seiring dengan masuknya musim panen, perkembangan harga GKP petani, GKG penggilingan dan beras medium pada Minggu ke III April 2024 menunjukkan tren penurunan. Bulog siap mengoptimalkan penyerapan gabah/beras produksi DN dengan berbagai saluran baik pada HPP untuk memperkuat CBP maupun pada harga pasar untuk kebutuhan komersial Bulog. 

  Di akhir acara, Irjen menyampaikan harapan agar rapat koordinasi secara daring ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat guna menanggulangi inflasi di wilayahnya masing-masing.

   Setelah zoom berakhir, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Kulon Progo menyampaikan IPH Kabupaten Kulon Progo minggu ke 3 April 2024 : -2,3 dengan andil perubahan beras (-1.2628), cabai merah (-0.9833) dan cabai rawit (-0.6913).

Penulis : Bagian Perekonomian & SDA, Vina

Editor : Ny