Tomsi Tohir Ingatkan Pentingnya Kerjasama Antar Daerah dalam Rangka Pengendalian Inflasi

  Wates – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Kulon Progo Ir. Bambang Tri Budi Harsono , M.M.  bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 via zoom meeting di Command Room Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Kulon Progo Senin (06/05/2024).

   Rakor TPID dipimpin langsung oleh Tomsi Tohir Balaw sebagai Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri Jakarta dan diikuti oleh para narasumber antara lain Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi II Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional Nyoto Suwignyo, Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edi Priyono, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan Bambang Wisnubroto, Kadiv Perencanaan Operasional dan Pelayanan  Publik Perum Bulog Epi Sulandari, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Batara Siagian, Penyidik Utama Tingkat Bareskrim Wakatgas Pangan Polri Helfi Assegaf, Sekretaris Jamdatun Raden Febrytrianto, Perwira Pembantu Utama Ekonomi Keuangan, Staf Ahli Panglima TNI Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan Jayusman serta dihadiri oleh para Gubernur, Bupati/Walikota se Indonesia secara online.

  Selain dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kab. Kulon Progo hadir juga pimpinan atau perwakilan Perangkat Daerah seperti Badan Pusat Statistik Kulon Progo, Kepolisian Resort Kulon Progo, Inspektorat Daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kulon Progo, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kulon Progo, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kulon Progo, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kulon Progo.

  Tomsi Tohir Balaw menyampaikan bahwa perkembangan inflasi yoy bulan April 2024 sebesar 3,00%, menurun 0,05% dari bulan sebelumnya. Penyumbang inflasi terbesar dari kelompok makanan, minuman dan tembakau (1,98), perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,26) dan penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,25). Sedangkan untuk inflasi mom sebesar 0,25% dengan kelompok andil inflasi terbesar adalah kelompok transportasi. Dalam arahannya beliau menegaskan perlunya peningkatan upaya perencanaan oleh pemerintah daerah guna mengatasi masalah inflasi yaitu dengan menggiatkan kembali gerakan menanam komoditas pangan di daerah. Tomsi menyebutkan bahwa hingga hari ini hanya 242 kabupaten/kota yang giat melaksanakan penanaman. Dalam rakor kali ini juga disebutkan bahwa terjadi disparitas harga yang cukup tinggi pada beberapa komoditi. Adanya disparitas beberapa komoditas ini dapat membuka peluang untuk adanya kerja sama antar daerah. Selain itu, beliau juga menghimbau kepada Kepala Daerah apabila terjadi bencana di daerah yang mengakibatkan gangguan pasokan pangan agar segera menetapkan status darurat bencana dan dapat menghubungi Badan Pangan Nasional untuk mendapatkan bantuan pangan.

   "Inflasi bulan April 2024 didominasi beberapa komoditas pangan antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, ikan segar, daging ayam ras dan minyak goreng. Inflasi tahunan beras, daging ayam ras dan cabai merah  menunjukkan penurunan namun masih memberikan andil inflasi yang cukup tinggi. Sementara itu, tekanan inflasi tahunan bawang merah, tomat dan bawang putih semakin meningkat di April 2024. Berdasarkan pemantauan harga SP2KP pada Minggu Pertama Mei 2024 ini, beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat adalah bawang merah, bawang putih, gula pasir dan cabai merah. Khusus cabai merah, selain mengalami kenaikan juga mengalami penambahan jumlah kab/kota yang mengalami kenaikan harga." papar Amalia.

 Nyoto Suwignyo juga menyampaikan komoditas yang perlu mendapatkan intervensi segera yaitu jagung tk.peternak, beras premium zona 2 dan 3, beras premium zona 1, 2, dan 3. Sedangkan komoditas dengan status waspada yaitu bawang merah, minyak goreng curah, kedelai biji kering, gula konsumsi dan beras premium zona 1.

  Bambang Wisnubroto menyampaikan realisasi impor bawang putih per 3 Mei 2024 sebesar 112.143. Berkurangnya pasokan bawang putih secara global membuat persaingan pasar semakin tinggi yang berdampak pada kenaikan harga secara global. Hasil rapat dengan importir bawang putih Kemendag mendorong agar importir segera merealisasikan kuota impornya.

  Batara Siagian dari Kementan menyampaikan penyebab kenaikan harga bawang merah akhir Ramadhan dan Pasca Lebaran 2024 antara lain

  1. Tingginya permintaan di seluruh daerah (jumlah pemudik yang merayakan lebaran di kampung halaman meningkat tajam).
  2. Gangguan produksi bawang merah di sentra utama pantura Jawa akibat bencana hidrometeorologi (banjir dan/atau kekurangan air) di bulan Maret sehingga pasokan April/Mei berkurang.
  3. Keterbatasan tenaga kerja perogol jelang dan pasca hari raya (fokus di hari raya).
  4. Pedagang Pasar Induk (Bandar dan Centeng) belum seluruhnya beraktivitas normal pasca lebaran.
  5. Kendala distribusi (macet) akibat pembatasan/penyekatan jalan untuk arus mudik/balik.

  Helfi Assegaf dari Satgas Pangan Polri menyampaikan kenaikan harga bawang merah di atas HAP dimulai sejak bulan Maret 2024, dikarenakan adanya penurunan produksi dalam negeri yang diakibatkan adanya banjir di beberapa sentra produksi, hal tersebut mengakibatkan berkurangnya pasokan bawang merah. Kenaikan harga gula di atas HAP dimulai sejak bulan November 2023, adanya penurunan produksi dalam negeri dikakibatkan belum terjadinya panen raya yang diperkirakan bulan Mei, Juni dan Juli 2024, namun ketersediaan gula konsumsi masih cukup. Antisipasi perbedaan kurs dolar yang tinggi untuk pembelian bawang putih di negara produsen yang akan berdampak mahalnya harga penjualan di dalam negeri. Stok Minyakita di berbagai daerah banyak yang kosong dan harga rata-rata minyak kita dan curah sudah di atas HET diharapkan ketersediaan tetap terjaga.

  Beliau menyarankan agar pemerintah daerah sentra produsen dan K/L terkait perlu melakukan monitoring dan menjaga proses tanam dan panen agar pasokan bawang merah tetap dalam kondisi stabil. Pemerintah dan K/L terkait perlu mengutamakan proses ketersediaan GKP dan menjaga agar tidak ada penyalahgunaan. Pemerintah daerah perlu mendorong dan memfasilitasi petani bawang putih lokal dan mendorong pelaku usaha yang telah menerima PI untuk segera merealisasikan importasi bawang putih guna memenuhi stok nasional jika diperlukan diberi kebijakan untuk membuka kuota importasi. K/L terkait perlu mengevaluasi HET Minyak goreng Minyakita dan Minyak Curah guna mendorong pelaku usaha yang memiliki hak ekspor untuk merealisasikan DMO agar stok tercukupi.

  Di akhir acara, Tomsi berharap kepada seluruh pemerintah daerah agar terus fokus mengawasi perubahan harga dan stok dipasaran, terutama untuk komoditas pangan yang akan sangat cepat mempengaruhi nilai inflasi. Cabai Merah, Bawang Merah, dan Beras merupakan komoditas yang dapat dikatakan sangat berpengaruh merata terhadap inflasi di seluruh daerah. Pemerintah di daerah dapat mengupayakan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, terutama pasokan bahan pokok dan barang penting. Selain itu TPID di masing-masing wilayah juga rutin melaksanakan rapat teknis. Hal ini agar dapat dengan cepat mengetahui dan mengevaluasi inflasi di wilayahnya untuk segera mengambil tindakan yang diperlukan. Untuk mengatasi atau mengintervensi inflasi yang mungkin terjadi, dapat segera melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait, rutin melakukan sidak atau kunjungan ke pasar dan distributor agar tidak dapat menghindarkan penimbunan dan juga selalu berkoordinasi dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan.

  Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Kulon Progo menyampaikan pada bulan April 2024 ini kondisi inflasi DIY sebesar 2,87% dan berada dalam posisi 12 provinsi terendah inflasi. IPH Kabupaten Kulon Progo minggu ke 1 Mei 2024 : -0.65 dengan andil perubahan Daging Ayam Ras (-1.0295), Beras (-0.6868), Cabai Rawit (-0.1036).

Penulis : Bagian Perekonomian & SDA, Vina

Editor : Ny