Tawarkan Pengembangan Usaha Pertashop, PT Langgeng Karya Teknik Kunjungi Pemkab Kulon Progo

Rombongan PT Langgeng Karya Teknik yang dipimpin oleh Alif Mukadam melakukan Audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pada Senin (20/09/2021). Audiensi tersebut diterima oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kabupaten Kulon Progo, Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. didampingi sejumlah jajaran Perangkat Daerah di Ruang Menoreh, kompleks Pemkab Kulon Progo.

Alif Mukadam selaku Direktur Operasional PT Langgung Karya Teknik menyampaikan tujuan dari kunjungannya adalah untuk memaparkan program pengembangan usaha Pertashop. “PT Langgeng Karya Teknik merupakan perusahaan kontraktor/fabrikator yang bermitra dengan PT Pertamina bergerak pada bidang manajemen pengelolaan, pemasaran, operasional dan maintenance produk pertashop di Indonesia. Visi PT Langgeng Karya Teknik adalah menjadi mitra Pertashop Pertamina yang profesional dan kolaboratif dengan UKM. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan energi berkualitas secara merata di seluruh Indonesia; meningkatkan pelayanan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat baik di Desa maupun di wilayah lainnya dengan partisipasi secara aktif; dan menggerakkan produk dalam negeri.” tutur Alif Mukadam.

Pertashop (Pertamina Shop) adalah lembaga penyalur pertamina berskala kecil yang dipersiapkan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM Non Subsidi, LPG Non Subsidi dan produk ritel Pertamina lainnya yang tidak atau belum terlayani oleh lembaya penyalur Pertamina lain. Lokasi pembangunan Pertashop yaitu untuk seluruh wilayah Indonesia di desa-desa yang belum mendapatkan layanan produk ritel Pertamina terlebih daerah pedesaan di Indonesia. Nilai investasi yang digunakan untuk mendirikan pertashop ini sebesar Rp 476.000.000,-.

Adapun kriteria menjadi Pengusaha Pertashop antara lain memiliki legalitas usaha berbentuk badan usaha, memiliki kelengkapan dokumen legalitas, menguasai lahan untuk pengoperasian Pertashop dan mendapatkan rekomendasi dari Kepala Desa. Sedangkan kriteria lahan yang akan dibangun Pertashop meliputi aksesbilitas desa, ketersediaan jaringan listrik 2.200 watt, memiliki potensi omset yang baik, jarak dari SPBU min.5-10 km, jarak dari Pertashop ke Pertashop min.2 km dan evaluasi kelayakan lokasi oleh PT Pertamina. PT Langgeng Karya Teknik selain sebagai fabrikator juga memfasilitasi permodalan, perizinan, membantu pengajuan ke Pertamina dan membantu pengajuan akses KUR. Harapannya PT Langgeng Karya Teknik bisa melakukan kolaborasi dengan Pemkab Kulon Progo dalam membantu ekonomi kerakyatan dan pemerataan BBM.

“Perizinan Pertashop menjadi kewenangan kementerian ESDM. Kegiatan Pertashop ini masuk dalam kode KBLI 47301 dimana termasuk kegiatan penjualan minyak eceran di area SPBU. Selama ini sudah ada Pertashop yang berdiri baik itu dari pihak swasta ataupun kerjasama dengan Bumdes. Perlu dorongan Pemda untuk memberdayakan BUMDES terkait legalitas usahanya,” terang Saryono selaku Kepala Bidang Pelayanan dan Pengaduan DPMPT. “Disdagin akan berkoordinasi dengan DPMPD Dalduk dan KB mengenai jumlah Pertashop di Kulon Progo baik itu yang dimiliki Bumdes ataupun pihak swasta.” imbuh Endang Zulywanti Kepala Bidang Perdagangan Disdagin.

Rapat ditutup dengan arahan Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kabupaten Kulon Progo, Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. yang menyampaikan, “Kulon Progo menyambut baik program pengembangan usaha yang telah disampaikan oleh PT Langgeng Karya Teknik. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo hanya bisa membantu mengkomunikasikan kepada BUMDES yang ada di Kulon Progo. Terkait kesanggupan untuk mendirikan Pertashop tergantung BUMDES masing-masing.” (Vina/Ny)