Bersiap Menghadapi Pasar Internasional, KSU Jatirogo Beraudiensi dengan Pemkab Kulon Progo

Pengurus, Pengawas dan Pengelola Koperasi Serba Usaha (KSU) Jatirogo yang dipimpin oleh Albani melakukan audiensi dengan Pemkab. Kulon Progo, pada Rabu (13/10/2021). Kunjungan kerja tersebut diterima oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kabupaten Kulon Progo, Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. didampingi sejumlah jajaran Perangkat Daerah di Ruang Menoreh, Kompleks Pemkab Kulon Progo.

Albani selaku Ketua Pengurus KSU Jatirogo menyampaikan tujuan dari kunjungannya adalah untuk memperkenalkan Pengurus, Pengawas dan Pengelola serta memaparkan program strategis KSU Jatirogo. KSU Jatirogo merupakan perusahaan yang memproduksi gula kelapa organik. Perusahaan ini berdiri sejak Desember 2008. Produk berupa gula semut telah dipasarkan ke dalam dan luar negeri. Namun dalam 2-3 tahun ini KSU Jatirogo telah mengalami pasang surut hingga pada akhirnya diselenggarakanlah RAT LB untuk dilakukan restrukturisasi Pengurus dan Pengelola KSU. “Dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat, saat ini kami ingin mengklarifikasi beberapa isu yang beredar di lapangan. KSU melakukan pendataan ulang terhadap wilayah yang disertifikasi dimana tidak pernah melibatkan petugas yang memaksa agar petani tetap menjadi anggota KSU Jatirogo. Pendataan bertujuan untuk memvalidasi petani yang masih menginginkan untuk menjadi anggota KSU Jatirogo. Kedua KSU Jatirogo merekrut investor dan pengusaha dari luar untuk dapat bekerjasama dan bergabung dengan KSU Jatirogo.  Ketiga KSU Jatirogo telah melakukan perbaikan dalam sistem keuangannya.  Segala transaksi yang dilakukan oleh KSU Jatirogo sudah menggunakan jasa perbankan misalnya penyaluran bantuan ataupun transfer hasil penjualan gula semut.” tutur Albani.

Harapannya kedepan KSU Jatirogo ada perubahan antara lain terkait pembagian fee keuntungan yang menganut sistem keterbukaan sesuai porsinya masing-masing. Potensi gula di Kulon Progo ada 6 kapanewon, sekarang baru 4 kapanewon yang sudah masuk sertifikasi. Diharapkan lembaga yang sudah ada melakukan peremajaan Pengurus untuk membentengi produk gula semut di Kulon Progo

 “Sejak tahun 2009 selalu ada permintaan pembelian dari mancanegara dengan total omzet 167 ton per 15 hari. Oleh sebab itu diperlukan kerjasama segenap elemen petani dan koperasi-koperasi yang ada di Kulon Progo untuk dapat memenuhi kebutuhan ekspor tersebut. Selain itu perlu dilakukan adanya audit ulang terhadap anggota KSU Jatirogo karena terdapat produk gula semut yang diproduksi di luar Kulon Progo namun disertifikasi sebagai produk Kulon Progo. Terkait legalitas untuk kepentingan ekspor, KSU Jatirogo telah mengurus perijinannya” imbuh Yuda Hernowo selaku Manager Pengurus KSU Jatirogo.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kabupaten Kulon Progo, Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. menyampaikan, “Kulon Progo menyambut baik restrukturisasi Pengurus dan Pengelola KSU Jatirogo. KSU Jatirogo diharapkan dapat menjadi pioner bagi Koperasi lain. Spirit koperasi haruslah tetap dijaga yakni sebagai soko guru ekonomi bangsa Indonesia. KSU Jatirogo harus tetap memegang prinsip ideologi koperasi antara lain keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, pembagian SHU secara adil, kerjasama antar koperasi, pengelolaan dilakukan secara demokratis dll. Oleh sebab itu, diharapkan adanya kerjasama antar berbagai elemen dari petani, pengepul, koperasi, dl untuk saling berkolaborasi bukannya bersaing.” (Vina/Ny)