Rancang Program Pemberian Subsidi Bunga Pnjmn, Pemkab Kulon Progo Lakukan Study Referensi ke Klaten

Dalam rangka merancang program Pemberian Subsidi Bunga Pinjaman kepada Pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Kulon Progo, Pemkab Kulon Progo dipimpin oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kabupaten Kulon Progo, Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. didampingi sejumlah jajaran Perangkat Daerah melakukan study referensi ke Pemkab Klaten. Acara tersebut berlangsung pada hari Kamis, 18 November 2021. Rombongan diterima oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Klaten, Ir. Cahyo Dwi Setyanta, M.Si. didampingi oleh Tim Monitoring dan Evaluasi Program Subsidi Bunga Kabupaten Klaten di Ruang Rapat Utama Gedung B Setda Kabupaten Klaten.

Dalam kunjungan tersebut Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M., menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kedatangan ini untuk bertukar pikiran terkait kebijakan Program Subsidi Bunga di Kabupaten Klaten “Kami ingin menimba ilmu kepada Kabupaten Klaten” ungkap Ir. Bambang Tri Budi Harsono.    

Kepala Bagian Perekonomian Setda Klaten, Ir. Cahyo Dwi Setyanta, M.Si. memaparkan tentang awal mula adanya subsidi bunga, dasar hukum, Peraturan Bupati dan Pelaksanaan Subsidi Bunga. “Subsidi Bunga ini berawal dari inisiatif beberapa orang OPD di Pemkab Klaten untuk membantu permodalan para pelaku UMKM yang berjumlah sekitar 40.000 usaha. Ide baik ini disambut baik oleh Ibu Bupati Klaten. Kemudian dilakukan persiapan penyusunan regulasi sampai awal tahun 2019. Akhirnya terbentuk 2 produk hukum yaitu Perbup terkait Subsidi Bunga dan SK Bupati tentang Tim Monitoring dan Evaluasi.” jelas Ir. Cahyo Dwi Setyanta.

Berdasarkan Perbup No. 11 tahun 2019 bahwa anggaran subsidi bunga sebesar Rp2.000.000.000,- disalurkan melalui 2 BUMD yakni PT BPR BKK Tulung (Perseroda) dan PT BPR Bank Klaten (Perseroda). Pemberian subsidi bunga sebesar 80% dengan plafon pinjaman Rp25.000.000,- dan jangka waktu pinjaman 36 bulan serta pemberian subsidi bunga hanya untuk tahun 2019. Realisasi Tahun 2019 sebesar Rp122.000.000,- dan hanya 200 UMKM yang mengajukan dari 54ribu UMKM yang ada sehingga penyerapan anggaran dinilai belum maksimal. Hal ini disebabkan antara lain SK Bupati baru ditetapkan pada April 2019 dan direalisasi di Juli 2019 serta kurangnya sosialisasi kepada pelaku UMKM.

Pada tahun 2020 sesuai Perbup No.6 tahun 2020, jumlah pinjaman per nasabah ditingkatkan menjadi Rp50.000.000,-. Namun karena adanya pandemi Covid-19 diubah Perbup Klaten No. 41 Tahun 2020 dengan jangka waktu pinjaman dan pemberian subsidi maksimal 60 bulan bagi debitur baru dan bagi debitur lama tidak ada jangka waktu pinjaman dengan maksimal pemberian subsidi selama 5 bulan. Realisasi anggaran Tahun 2020 sebesar Rp1,99M dengan dengan jumlah pelaku usaha mikro terdampak covid 1.997 dan pelaku usaha mikro reguler 421.

Pada tahun 2021 ditetapkan kembali Perbup Klaten No. 2 Tahun 2021 dengan jangka waktu pinjaman maksimal 48 bulan dan maksimal pemberian subsidi sampai dengan Des 2024 bagi debitur baru dan bagi debitur terdampak Covid-19 tidak ada batasan jangka waktu dan maksimal pemberian subsidi 3 bulan. Realisasi anggaran sampai dengan Oktober 2021 sebesar Rp1,99M dari anggaran Rp2 M.

Bapak Joko Purnomo, SH. S.Pd. MM dari Dirut PD BPR Bank Pasar Kulon Progo mempertanyakan tentang besarnya bunga yang diberikan ke nasabah. Kemudian ditanggapi oleh Bapak Tulus Yulianto dari PT BPR Bank Klaten (Perseroda) bahwa bunga yang ditetapkan flat 1% per bulan dimana 0,8% subsidi Pemerintah dan 0,2% dibayar oleh nasabah.

Pratiwi Ngasaratun., S.IP., S.Psi., M. Sc. selaku Kepala Bidang Analisis Data dan Perencanaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulon Progo menyampaikan pertanyaan terkait indikator program dan targetnya. “Bagaimana cara mengidentifikasi program dan kegiatan subsidi bunga ini. Lalu bagaimana cara merencanakan targetnya apakah dari jumlah pelaku usaha atau jumlah rupiah anggaran?” tutur Pratiwi. “Pada tahun 2019 program ini masuk ke Belanja Subsidi Bunga BUMD. Namun, pada tahun 2020 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kab. Klaten Th 2021-2026 Subsidi Bunga masuk program TPKAD. Indikator program dari Laporan TPAKD per triwulan dimana salah satu kegiatannya Subsidi Bunga. Di tahun 2021 anggaran ini masuk ke Bagian Perekonomian yakni perencanaan dan pengawasan ekonomi kecil mikro dengan mekanisme pembayaran langsung (LS). Targetnya berdasarkan jumlah debitur sebesar 500 debitur.” terang C. Uji Dinawati Retnaningrum selaku Kasubbag Pembinaan dan Pengembangan Ekonomi Setda Kab. Klaten

Atik Zuniastuti, S.Sos., M.T. selaku Kabid Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mempertanyakan dasar penentuan mekanisme besarnya nilai pencairan. “Mekanisme permohonan dari UKM yang mengajukan lalu diverifikasi bank. Kemudian diajukan ke Bag. Perekonomian berapa jumlah debitur baru dan lama beserta jumlah subsidinya dimana selanjutnya dilakukan Rapat Verifikasi untuk dibuat BAP. Kemudian ditetapkan dan ditambah sisa yang masih meneruskan kredit di bulan sebelumnya lalu diverifikasi dan diajukan ke Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Selang 5 hari atau seminggu dana dari Kasda disalurkan ke Bank Penyalur untuk selanjutnya dicairkan ke rekening debitur. Tahap terakhir Bank menyampaikan laporan triwulanan kepada Tim Monev untuk dapat dievaluasi.” papar C. Uji Dinawati

Bp. Suroso selaku Pimpinan PT Bank BPD DIY Kantor Cabang Wates  menanyakan subsidi bunga ini atas produk baru atau produk yang sudah ada; bagaimana perjanjian terkait harga yang diberikan kepada debitur atau harga yang sudah ditambah dengan subsidi; dan bagaimana cara mengontrol subsidinya berdasarkan maksimal anggaran atau plafon? “Dalam brosur pemasarannya subsidi bunga ini atas program pemerintah untuk produk yang sudah ada. Sebelum dilakukan perjanjian kredit dijelaskan terlebih dahulu kepada debitur bahwa berlakunya subsidi bunga 1 tahun dan ada kemungkinan subsidi tahun depan tidak cair karena terkait anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Setiap bulan bank membuat simulasi apakah batas maksimal anggaran sudah terpenuhi sampai akhir tahun atau belum.” imbuh Tulus Yulianto.

Acara ditutup dengan tukar menukar cindera mata dan foto bersama. Pemkab Kulon Progo menyampaikan terima kasih atas sambutan, informasi dan ilmu yang diberikan oleh Tim Evaluasi dan Monitoring Program Subsidi Bunga Kab. Klaten sehingga memberikan tambahan wawasan bagi Pemkab Kulon Progo. 

Penulis : Bagian Perekonomian, Vina

Editor : Ny