Sosialisasi Aplikasi MyPertamina, PT Pertamina Patra Niaga Beraudiensi dengan Pemkab Kulon Progo

Bapak Pj. Bupati Kulon Progo beserta OPD terkait telah menerima audiensi Sales Area Manager Retail Yogyakarta PT Pertamina Patra Niaga, William Handoko Gautama. Audiensi berlangsung pada Selasa, 19 Juli 2022. Maksud dan tujuan audiensi ini yakni menyampaikan bahwa PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga ingin membangun kerjasama dengan OPD yang ada di Kulon Progo dalam rangka Sosialisasi Aplikasi MyPertamina. Fungsi aplikasi digital ini untuk mendata masyarakat agar penyaluran BBM bersubsidi ke depan bisa lebih tepat sasaran. Hal ini sebagai salah satu upaya pencegahan potensi terjadinya penyelewengan atau kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi di lapangan.

Sebagai BBM bersubsidi, penyaluran Solar Bersubsidi (Jenis BBM Tertentu) dan Pertalite (Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan) diatur dalam Peraturan Presiden No. 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas RI No.4/p3bt/bphmigas/kom2020. Konsumen yang merasa berhak menggunakan Solar Subsidi dan Pertalite (khusus roda 4) wajib mendaftarkan kendaraan dan data diri melalui website https://subsiditepat.mypertamina.id. Saat ini negara terbebani oleh subsidi BBM karena beban APBN untuk menanggung subsidi solar mencapai Rp10.500/liter dan pertalite sebesar Rp8.100/liter. Oleh karena itu, sebagai bentuk pengendaliannya Pemerintah menugaskan Pertamina Patra Niaga untuk wajib menerapkan program Digitalisasi SPBU (IT Nozzle) dalam penyalurannya agar setiap liter yang dikeluarkan bisa diketahui secara jelas untuk dasar perhitungan subsidi melalui verifikasi. Pengaturan pembelian BBM bersubsidi melalui MyPertamina akan menekan kuota agar tidak melebihi batas yang sudah ditetapkan pemerintah. Uji coba ini dilakukan di 11 wilayah termasuk provinsi DI Yogyakarta. Saat ini Pertamina sedang melakukan sosialisasi ke masyarakat dan dalam masa proses pendaftaran oleh masyarakat. Berikut langkah pendaftarannya melalui website:

  1. Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan yaitu KTP, STNK, Foto Kendaraan dan dokumen pendukung (Surat Rekomendasi Usaha).
  2. Membuka website subsiditepat.mypertamina.id
  3. Mencentang informasi memahami persyaratan
  4. Klik "Daftar Sekarang"
  5. Mengikuti instruksi pengisian data pada website
  6. Menunggu pencocokan data maksimal 7 hari kerja yang akan dikonfirmasi melalui alamat email yang telah didaftarkan atau mengecek status pendaftaran di website secara berkala
  7. Apabila sudah terkonfirmasi, mengunduh (download) kode QR dari website dan menyimpannya untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.

Langkah transaksi pembelian antara lain

  1. Menyiapkan kode QR
  2. Menunjukkan kode QR kepada Operator SPBU
  3. Mengisi solar subsidi atau pertalite sesuai dengan ketentuan
  4. Melakukan pembayaran secara tunai atau non-tunai

Salah satu yang menyebabkan proses pendaftaran ini gagal yakni foto STNK dan mobil tidak jelas serta masa berlaku Surat Rekom telah habis.

Aturan penggunaan handphone di SPBU yakni untuk bertransaksi di area pengisian BBM secara online dan transaksi pembayaran dari dalam mobil dengan jarak 1,5m dari dispenser SPBU. Tidak diperbolehkan melakukan komunikasi telepon dekat area tangki pembongkaran SPBU dan pompa pengisian.

Drs. Tri Saktiyana, M.Si selaku Pj. Bupati Kulon Progo menyampaikan bahwa pada awal bulan Juni 2022, beliau bersama para Kepala Daerah mendapat arahan dari Presiden bahwa harga minyak dunia sudah jauh di atas batas perkiraan. Misalnya negara di luar Indonesia harga minyaknya sudah di atas Rp20.000/liter dan Indonesia masih ada yang di bawah Rp10.000/liter. Pola subsidi saat ini banyak yang salah sasaran dimana pihak yang semestinya mampu membeli tanpa subsidi tetap mendapat subsidi. Jika subsidi tepat sasaran maka dapat mengentaskan kemiskinan. "Sesulit apapun sosialisasi program ini, akan lebih sulit jika terjadi kebobolan subsidi yang jumlahnya tidak sedikit.", ungkap beliau.

Pertamina merasa perlu bantuan dalam melakukan sosialisasi karena sesempurnanya aplikasi jika tidak disosialisasikan maka akan sia-sia. Oleh sebab itu diperlukan sinergi bersama OPD agar pemberian subsidi BBM ini lebih tepat sasaran. (Rky)