Bag Perekonomian & SDA Kulon Progo Studi Referensi Subsidi Bunga, BUMD, & BLUD ke Pemkab Purbalingga

Dalam rangka Studi  Referensi  tentang  Pembinaan dan  Monev  BUMD  dan  BLUD,  Pemberian  Subsidi  Bunga  Pinjaman  kepada Pelaku  Usaha  Mikro,  Kebijakan  di  Bidang  Pengelolaan  Sumber  Daya  Alam (pertanian, ketahanan pangan, kelautan dan perikanan, pariwisata dan lingkungan  hidup)  ke  Pemerintah  Kabupaten  Purbalingga  pada hari Kamis 21 Juli 2022. Rombongan Pemkab Kulon Progo dipimpin oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kab. Kulon Progo, Bp. Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M. Kondisi geografis yang kurang menguntungkan mendorong Purbalingga untuk melakukan inovasi. Selain itu, angka kemiskinan di Purbalingga juga cukup tinggi. Pusat Informasi dan Konsultasi Bisnis (PIKB) yang dibentuk Pemkab Purbalingga mendorong untuk melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Infrastruktur. Pengembangan SDM dilakukan dengan pembangunan perguruan-perguruan tinggi. Infrastruktur juga turut diperhatikan dengan pemberian alokasi yang besar untuk pembangunan.

           Rombongan diterima oleh Drs Agus Winarno M.Si. selaku Asisten Ekonomi Dan Pembangunan Setda Kabupaten Purbalingga. Drs. Agus Winarno menyampaikan, “Kabupaten Purbalingga telah mendapat anugerah TPAKD Award 2020 dalam kategori Kabupaten atau Kota Pendorong Pembiayaan kepada Sektor UMKM Terbaik. Adapun program kerja unggulannya antara lain kredit mawar, subsidi bunga dan Road Show UMKM.” Kredit Mawar adalah kredit tanpa agunan dan tanpa bunga yang diluncurkan tanggal 27 Februari 2019. Untuk program Subsidi Bunga sudah dilaksanakan sejak tahun 2005. Sampai sekarang sudah menjalin kerjasama dengan 27 lembaga keuangan. Dari tahun 2005 – 2021 program ini sudah dinikmati oleh 21.417 orang dengan jumlah pinjaman yang diberikan subsidi bunga sebesar Rp172.484.000.000,00. Pada tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengucurkan anggaran sebesar Rp500.000.000,00 untuk program subsidi bunga. Program TPAKD ke-3 yaitu Road Show UMKM yang dilaksanakan di 18 kecamatan se-Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut guna mendorong berkembangnya produk UMKM di tiap kecamatan sekaligus sebagai ajang promosi dan pemasaran.

           Ir. Purnawan Setiyadi selaku Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Purbalingga menyampaikan, kondisi geografis yang kurang menguntungkan mendorong Purbalingga untuk melakukan inovasi. Selain itu, angka kemiskinan di Purbalingga juga cukup tinggi. Pusat Informasi dan Konsultasi Bisnis (PIKB) yang dibentuk Pemkab Purbalingga mendorong untuk melakukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur. Pengembangan SDM dilakukan dengan pembangunan perguruan-perguruan tinggi. Infrastruktur juga turut diperhatikan dengan pemberian alokasi yang besar untuk pembangunan. Selain SDM dan infrastruktur, inovasi dalam pembiayaan UMKM juga diperlukan untuk mendorong perekonomian daerah. Berdasarkan kajian, 80% kredit bank di Purbalingga merupakan kredit konsumtif. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Purbalingga untuk menyediakan kredit produktif dengan subsidi. Selain itu, Pemkab Purbalingga pernah melakukan penyertaan modal ventura selama kurang lebih 10 tahun tetapi kurang berhasil sehingga akhirnya ditutup.

           Subsidi bunga awalnya dikelola Bagian Perekonomian dan disalurkan oleh BPR, Koperasi, dan BMT. Mulai Tahun 2021, subsidi bunga dikelola oleh Dinas Koperasi UKM Kabupaten Purbalingga. Subsidi bunga dengan suku bunga rendah ditujukan untuk UMKM Mikro. Prosedur penyaluran subsidi selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Untuk tahun 2022, subsidi bunga berjeda 3 tahun per debitur. Bambang Triono, SKM., M.Si. selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga menyampaikan paparan subsidi bunga sesuai dengan Peraturan Bupati Purbalingga Nomor 12 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Subsidi Bunga Kepada Usaha Mikro dan Kecil Kabupaten Purbalingga tahun 2021.

           Perwakilan dari PD BPR Artha Perwira Purbalingga menyampaikan aturan pemberian subsidi bunga untuk debitur dengan kriteria lancar. Tahun 2020 PD BPR Artha Perwira mendapat anggaran subsidi bunga sebesar 2x Rp75.000.000,00. Selain program daerah, program Pemulihan Ekonomi Nasional berupa KUR juga terus berjalan di Purbalingga. Sebanyak 38.000 dari 96.000 UMKM di Purbalingga sudah memanfaatkan fasilitas pinjaman KUR dengan jumlah mencapai 1,3 triliun. Dari program CSR untuk mendorong pembiayaan UMKM.

           Pemkab Purbalingga merupakan pemkab pengembang waterpark pertama. Dengan mata air yang jernih, Owabong menjadi BUMD waterpark yang banyak dikunjungi. Eko Susilo selaku Plt. Direktur Perusahaan Daerah (PD) Owabong menyampaikan, “Owabong sukses menjadi BUMD yang banyak menghasilkan pendapatan untuk Purbalingga. Dalam perkembangannya, PD Owabong juga telah membangun hotel.” Sejak tahun 2005 hingga tahun 2019, Owabong selalu menyetorkan deviden ke Pemda. Namun sejak pandemi Covid-19 pembagian laba diatur 55% untuk Pemkab dan 45% untuk PD Owabong. “Meskipun pada tahun 2020-2021 tidak dapat menyetor deviden karena mengalami kerugian, PD Owabong tetap menyetorkan retribusi kepada Pemkab. PD Owabong menarik retribusi untuk pajak daerah sebesar 15%.”, imbuhnya. Tercatat jumlah karyawan Owabong sebanyak 238 orang untuk 6 entitas. Kontribusi PAD dari PD Owabong sebesar 4,5M dari total PAD BUMD se-Purbalingga sebesar 22 miliar.

           Kunjungan ke Pemkab Purbalingga ditutup dengan acara pemberian kenang-kenangan berupa cindera mata oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Kab. Purbalingga dan Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kulon Progo serta foto bersama. (Rky)